Jadi ‘kudus’ berarti kita adalah produk original dari Kerajaan Surga. Dunia mungkin menawarkan banyak ‘barang tiruan’ (kesuksesan instan, kebahagiaan semu), tapi murid berkualitas akan tetap memegang standar moral dan kasih yang diajarkan oleh Sang Guru.
Membayangkan kekudusan bukan sebagai jubah putih yang takut kotor, melainksn sebagai standar kualitas murid Tuhan, seperti pengalam 3 murid di gunung Tabor: Petrus, Yacobus, Yohanes. Artinya bukan sebagai murid yang ‘kaleng – kaleng’, melainkan soal ‘integritas kualitas’ batiniah, yang sarinya adalah rendah hati, tulus dan tekun.
- 1. Rendah hati adalah Kesadaran para murid akan ketidaklayakan di hadapan Guru
- 2. Ketulusan adalah kemurnian motivasi dan respons sebagai syarat untuk melihat Allah.
- 3. Ketekunan dalam kesetiaan mendaki bersama dengan Sang Guru.
Berkah Dalem.
Jlitheng

