| Red-Joss.com | Ingin jadi orang pintar itu baik. Jika tidak hati-hati bisa jadi keminter. Apa saja ditafsirkan seenaknya. Karena merasa sudah membaca buku ini dan itu, mengikuti seminar, pelatihan, juga mengikuti kelompok diskusi ini dan itu. Merasa pintar, tidak tahunya keminter. Jadinya tidak tampak pintar, tapi bodoh.
So, lebih baik berhati-hati. Kenali kemampuan diri dan rendah hati.
Ingin menjadi orang terkenal itu baik. Jika tidak hati-hati, bisa jadi urakan. Tidak ada seninya. Beberapa alasan dikemukakan, “Saya tidak mau diatur, ingin bebas, ingin jadi diri sendiri, dan ingin bahagia.”
Setuju! Tidak ada yang menolak fakta tersebut. Kita adalah orang merdeka. Tapi ingat, di sekitar kita ada yang menilai. Saat mereka memberikan masukan, tujuannya agar kita tidak liar dan urakan.
Ingat, umur kita makin bertambah tua. Kita tidak harus jadi orang yang terkenal. Lebih bijak, kita cukup jadi orang yang dikenal, akrab, dikasihi dan didoakan oleh para sahabat, dan bahagia.
Begitu pula, untuk memanfaatkan kesempatan itu baik. Jika tidak hati-hati, kita bisa disebut sebagai orang yang curang. Berkata-kata manis, tingkah laku dibuat manis, dan sikap yang dibuat-buat. Ini bahaya! Karena kepura-puraan itu menjauhkan kita dari kesejatian diri.
Padahal hidup berkamuflase itu melelahkan, dan beban. Selain itu cepat atau lambat, kedok kita bakal terbuka, dan malu. Kita menyesal, ketika dijauhi dan ditinggalkan teman-teman.
Alangkah bijak, jika kita tampil apa adanya dan tanpa kamuflase. Jujur pada diri sendiri dan teman itu indah dan membahagiakan.
Coba simak seruan Apostolik Paus Fransiskus, 09 April 2018, “Gaudete ex Exsultate” (Bersukacitalah dan Bergembiralah). Yang menarik dengan seruan Apostolik ini, Paus Fransiskus mengajak kita untuk menjadi kudus di tengah dunia modern ini. Ajakan yang sangat membumi, yaitu “Kekudusan berarti Mencintai.”
Mencintai apa? Panggilan hidup, tugas pelayanan, dan pekerjaan. Mencintai mereka yang menjadi tanggung-jawab kita saat ini. Mencintai mereka yang terus-menerus minta didoakan. Juga mencintai kesejatian diri sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan.
Jika kita tekun, setia, dan konsisten melakukan ini, maka “jalan kekudusan itu dapat kita rasakan dalam hidup sehari-hari…” Hidup saling mengasihi.
“Don’t be afraid to be holy in modern time. The world needs our prayers and our holiness. God is working in our simpleness.”
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

