“Kasih tidak pernah abstrak. Yesus memberitahu kita wajah siapa itu… Ia ada dalam diri yang lapar, sakit, dan terlupakan.”
Dalam Kitab Imamat Allah berfirman: “Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus. Kekudusan ternyata tidak jauh dari manusia, itu adalah kasih yang nyata dan jujur. Tidak menipu dan membenci dalam hati. Tapi mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Pemazmur berkata, bahwa hukum-Nya menyegarkan jiwa. Perintah-Nya bukan beban, melainkan terang bagi langkah kami.
Dalam Injil, Yesus berbicara tentang penghakiman terakhir. Putra Manusia memisahkan domba dan kambing. Tolok ukurnya sederhana, tapi sangat pribadi: “Aku lapar… Aku haus… Aku orang asing… Aku sakit… Aku di penjara…”
Tuhan, sering kali kami hanya memperhatikan kata “yang paling hina.” Tapi Engkau mengajak kami memperhatikan kata “saudara-Ku.”
Ini bukan hanya soal amal biasa, tapi tentang kenyataan baptisan. Jika Engkau sungguh Bapa kami, maka kami semua sungguh saudara dan saudari dalam Kristus.
Rasul Yohanes berkata: “Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; maka kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” Rasul Paulus menasihati: “Berbuatlah baik kepada semua orang, tapi terutama kepada kawan-kawan seiman.”
Ajarlah kami mengambil persaudaraan Kristiani ini secara nyata, serius, dan konkret. Jika kami sungguh anak-anak Allah agar persaudaraan kami bukan kiasan, melainkan panggilan hidup.
Sering kali kami gagal bukan karena berbuat jahat, melainkan karena tidak berbuat apa-apa. Yang dihukum bukan kekejaman saja, melainkan ketidakpedulian.
Yesus, sebelum Engkau datang sebagai Hakim yang adil, Engkau datang sebagai Raja Kerahiman. Engkau memberi kami Sabda ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangunkan hati kami.
Bukalah mata kami untuk melihat Engkau yang tersamar: dalam saudara seiman yang lelah, keluarga yang sedang bergumul, anggota komunitas yang merasa sendirian, dan jiwa yang perlahan menjauh.
Bentuklah kami jadi umat yang bertumbuh dalam ketaatan dan kasih, tekun dalam belas kasih, dan berani melangkah dalam iman.
Tuhan, ajari kami percaya: bahwa setiap tindakan kasih yang kecil membawa sesama berjumpa dengan-Mu.
Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

