Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Diam adalah kekuatan super”
“Silence is a Superpower“
(Dan Bigman)
…
Di dalam terdisi masyarakat bangsa kita, โsikap diamโ itu memang telah dianggap sebagai sikap bijaksana yang sangat berbobot di dalam kehidupan ini.
Diam itu Emas
Maka, lahirkan adagium, bahwa sikap “diam itu adalah emas dan bicara itu adalah perak.”
Mengapa sikap diam itu dapat diidentikan sebagai sebuah kekuatan maha dasyat?
Semoga “ketiga buah statemen” jitu berikut ini, dapat memberikan jawaban sebagai alasan mendasar, mengapa diam itu, justru sebagai sebuah kekuatan dasyat?
(1)
“Diam pun memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan memberikan dampak yang kuat!”
(2)
“Diam adalah tempat terbaik bagi pikiran manusia agar dapat berkembang dan bertumbuhnya sikap bijaksana.”
(3)
“Bukankah banyak karya adiluhung dunia, justru diciptakan dalam diam?”
Keunggulan dari Sikap Diam
Berdasarkan ketiga buah statemen jitu di atas, maka kita dapat menemukan sejumlah keunggulan dari sikap diam itu.
- Bukankah di saat seorang manusia mengambil sikap diam, hati dan pikirannya akan lebih damai serta tidak grusa-grusu?
- Di dalam sikap diam, orang biasanya lebih mudah mencerna dan menghargai pendapat orang lain.
- Di dalam sikap diam, orang pun akan lebih mudah mengendalikan emosi dan berpikir lebih rasional.
Banyak karya agung spektakuler berkaliber dunia yang diciptakan oleh para maestro, justru berlangsung di dalam keheningan.
Banyak karya agung bertaraf mondial oleh para pujangga, arsitek, penyair, penulis, pemusik, pelukis, pemahat, serta para seniman, justru diciptakan di dalam keheningan.
Tuhan telah menciptakan segala sesuatu di dalam diam.
Bukankah sang Mikhaelangelo pun telah melukis indahnya plafon kapel Sistine justru di dalam diam?
…
Kediri,ย 8ย Juliย 2024

