| Red-Joss.com | She said to herself, “If only I touch His cloak, I will be healed.” Jika dapat kusentuh saja ujung jubah-Nya, maka saya akan sembuh.
Pernyataan di atas dapat kita temukan di tulisan Santo Matius. Satu kalimat pendek yang menjadi tanda sekaligus kerinduan iman seorang perempuan yang telah lama sakit, untuk bisa sembuh lagi.
Beberapa hari terakhir ini, secara intens saya terlibat dalam perjalanan rohani sahabat mudaku, yang sangat rindu kesembuhan, bukan untuk dirinya, melainkan untuk Ayahnya yang divonis menderita kanker stadium 4 oleh dokter di salah satu RS di Jakarta.
“Saya putuskan membawa Papa ke Singapore, untuk tidak berhenti berupaya mencari kesembuhan Papa. Semoga Tuhan berkenan,” katanya berharap penuh keoptimisan.
Intinya, sahabat mudaku ini punya iman yang kuat untuk kesembuhan Papanya.
Subuh berangkat, sore hari diperiksa dan hasilnya …. “Syukur pada Allah, kanker Papaku tidak menyebar. Bukan stadium 4.” Setelah PET Scan, makin besar harapan untuk sembuh lagi.
Berikut dialog rohani saya dengan sahabatku itu:
Melalui peristiwa ini, Tuhan ingin menyatakan kuasa dan cinta-Nya pada keluarga Anda. Juga kepada saya dan… pesannya adalah “Aku adalah kebangkitan dan hidup. Yang percaya pada-Ku akan hidup selamanya.”
“Bertubi-tubi kasih Tuhan ke kami, Pak. Bener-benar Tuhan memberi mujizat dari stadium 4 ke stadium 2. Betul sekali kata Bapak, perjalanan rohani ini Pak,“ sahutnya.
Saya sering menjalani lakon sebagai sahabat sejalan bagi mereka yang bergumul secara rohani seperti ini. Melelahkan juga bagiku, namun ada kebahagiaan khusus, ketika saya dapat menemani sahabatku itu bertemu lebih erat dengan Tuhan, Sang Penyembuh Sejati.
Salam sehat dan tetap berkobar berbagi cahaya.
…
Jlitheng

