“Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?” (Mat 17: 17).
Keraguan dan kurang iman adalah dua hal yang sering kali menghambat kita untuk merasakan kekuatan dan kasih Allah dalam hidup. Hidup jadi terasa hampa dan kita tidak merasakan kebahagiaan lagi. Lalu kita mulai mengeluh, menyalahkan Tuhan atas semua yang terjadi, seolah-olah Tuhan tidak memberikan jawaban atau pengharapan pada diri kita.
Teguran Yesus kepada para murid-Nya atas ketidakpercayaan mereka, juga berlaku untuk kita saat ini. Persoalan apa pun yang dihadapi, kalau kita memiliki iman dan kepercayaan kepada Tuhan, kita akan dapat menyelesaikannya. Sebab Tuhan sendiri bersabda, “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Mat 17: 20).
Luar biasa! Walaupun ungkapan ini nampak sederhana, tapi hal ini menunjukkan peran penting iman dalam hidup kita; iman akan Yesus yang tidak pernah meninggalkan kita. Sebab sejatinya Tuhan menghendaki kita bahagia, maka Ia selalu hadir dalam hidup kita. Akan tetapi, apakah Ia mendapati iman dalam hati kita?
Fr. Mikael Pius, CSE
Sabtu, 09 Agustus 2025
Ul 6: 4-13 Mzm 18: 2-4.47.51 Mat 17: 14-20
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

