| Red-Joss.com | Ceritera tentang penyembuhan seorang penderita kusta dari Samaria hanya terdapat dalam Injil Lukas.
Diceritakan dalam Injil Lukas, bahwa kesepuluh penderita kusta itu semuanya disembuhkan. Sembilan orang Yahudi dan seorang penderita adalah orang Samaria.
Lukas mau menunjukkan, bahwa orang Samaria juga bisa disembuhkan. Dalam cerita ini, justru orang Samaria, sebagai orang asing yang tahu memuliakan Allah. Ia tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.
Kepada orang Samaria, Yesus berkata: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Pesan Injil Lukas kepada kita ialah, bahwa kita sebagai umat Allah hanya dapat diselamatkan dengan iman.
Yesus menunjukkan, bahwa Dia melayani semua orang tanpa perbedaan apa pun, asal memiliki dan menghayati iman yang benar kepada-Nya.
Bukan hanya dalam Injil yang ditulisnya, tapi juga dalam Kisah Rasul, Lukas berkali-kali menunjukkan, seolah-olah Yesus secara khusus mengasihi orang asing, tersingkir, sakit, dan kaum pendosa.
Yesus mau menunjukkan kebutaan atau kesombongan maupun rasa diri lebih tinggi daripada bangsa lain. Tapi sekaligus ditunjukkan keterbukaan dan sikap rendah hati di hadapan Allah.
Allah sungguh mengasihi semua ciptaan-Nya tanpa membeda-bedakan.
Penyelamatan Yesus adalah universal dan bagi semua orang.
Dalam Injilnya, Lukas mengajak kita untuk tahu berterima kasih. Bukan sekadar pada ungkapan kata terima kasih. Melainkan rasa terima kasih sejati yang timbul dari pengalaman dan tanggapan hati, yang peka untuk menerima apa yang terjadi dalam hidupnya.
Orang yang tahu berterima kasih akan berani menerima dan melihat pengalaman hidupnya, baik yang menyenangkan, maupun yang tidak menyenangkan, sebagai anugerah Tuhan.
Rasa tahu berterima kasih kepada Tuhan dapat mengubah diri dan pandangan hidup kita dalam menghadapi segala sesuatu.
Rasa terima kasih sejati ini harus merupakan ciri otentik orang kristiani sejati.
Kita tahu berterima kasih kepada Allah atas pengalaman hidup yang baik dan menyenangkan, maupun pengalaman yang berat dan penuh pencobaan.
Itulah rasa terima kasih kristiani yang sejati. Cara nyata dan luhur untuk berusaha mengikuti Yesus secara benar dan tulus hati. Sekaligus sebagai cara hidup untuk penyelamatan diri sejati dalam mengikuti Kristus.
Selalu berterima kasih kepada Tuhan atas hidup kita. Anugerah-Nya sungguh luar biasa!
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

