Kita sering merasa doa ini sia-sia. Doa kita membentur dinding kegagalan dan tidak terkabul. Bahkan tidak jarang mengikis iman kepercayaan kita pada Allah dan meragukan kemahabaikan-Nya.
Saatnya kita mawas diri untuk merenungkan, ada apa dengan iman kita? Kenapa doa belum terkabul? Apakah kita berhitung dagang dan memaksa Tuhan supaya mengabulkan doa-doa kita …
Coba ditelaah sepenggal syair ini: “Saat keadaan di sekelilingku; ada di luar kemampuanku; Kuberdiam diri mencari-Mu; Doa merubah segala sesuatu.”
Kita memeriksa batin untuk mengakui dosa-dosa… “Tuhan Yesus ampunilah aku …”
Surat Santo Paulus kepada umat di Filipi (Filipi 4:10-19) menjawab pergumulan kita:
“Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan
Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara itu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Dengan berserah diri dan semeleh pada kehendak Tuhan, pergumulan kita tentang doa dan harapan itu akan terjawab. Sungguh dahsyat kekuatan sebuah doa!
Kita belajar dari kematangan dan ke dalaman rohani Rasul Paulus yang luar biasa. Doa itu mempunyai kekuatan daya ubah yang dahsyat, dan yang diubah itu pertama-tama bukan ‘keadaan’ yang ada di sekeliling si pendoa, melainkan ‘yang utama’ adalah doa itu yang mengubah si pendoa itu sendiri.
Jawaban Tuhan terhadap sebuah doa pertama-tama bukan pada terkabulnya doa si pemohon, melainkan terletak pada kekuatan dan keyakinan yang mengalir dalam diri si pendoa untuk menerima, mensyukuri hidup, bertahan, berjuang terus untuk menghadapi keadaan dirinya dan keadaan di sekelilingnya.
Dengan indah Rasul Paulus mengungkapkan hal itu dengan sebuah kalimat sederhana, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”
Semoga karunia Roh Kudus memampukan kita untuk mengembangkan setitik kesadaran iman kita meluas menuju Samudra Kesadaran Allah. Iman yang senantiasa dihidupi untuk kembali kepada-Nya.
Berkah Dalem
NN

