Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com | “Pola Asuh yang Salah Menjadi Kunci Utama.”
Remaja adalah ‘buah cinta’ dari orangtuanya. Mereka adalah pribadi-pribadi yang kelak akan meneruskan garis keturunan keluarganya. Apa dan bagaimana pun, keluarga adalah sekolah pertama serta orangtua adalah pendidik utama dan pertama bagi sang remaja.
Betapa pentingnya serta mendasarnya hal pendidikan yang ‘baik dan benar’ bagi seorang remaja di dalam sebuah keluarga.
Pola asuh, menjadi kunci utama. Bagaimana cara orangtua berkontak sosial dengan sang remajanya. Apakah sang remajanya sudah sungguh diperhatikan kebutuhan sosial, rohani serta jasmaninya?
Pola asuh model apa yang diterapkan kepada remaja generasi ‘Z’ yang erat dengan zaman berteknologi canggih ini?
Kelirulah, jika orangtua masih menggunakan pola asuh model ‘otoriterโ, bahwa sang remaja harus patuh dan tunduk kepada orangtua tanpa berkompromi.
Jika demikian, baiklah orangtua menggunakan pola pendekatan model demokratis, sehingga orangtua dan anak bisa saling berdialog. Bisa berdiskusi dan bahkan saling bersendagurau dengan sang remaja. Di dalam proses dialogis ini, remaja pun belajar bertanggung jawab dan bersikap mandiri.
Sejauh mampu, usahakan untuk menghindari pola pendekatan model ‘membiarkan’ serta ‘mengabaikan’ remaja.
Di sinilah, letak serta lahirnya benih-benih masalah di dalam diri sang remaja. Karena dalam konteks ini, sang remaja tidak dihiraukan dan dibiarkan untuk bersikap โsemau gueโ.
Pola-pola model ini, justru menyebabkan sang remaja akan bertindak sesuka hati. Inilah kebebasan yang kebablasan.
WHO telah menemukan, bahwa kekerasan yang dilakukan remaja di perkotaan, meliputi, kekerasan fisik, perundungan, kekerasan seksual, serta bahkan pembunuhan.
Semua ekspresi sikap dan tindakan sang remaja ini, berakar dari dalam hatinya. Di sana, ada kekosongan serta kerinduan akan kasih sayang yang tidak terpenuhi di dalam keluarganya.
Kondisi kerentanan mental ini, telah memicu sang remaja untuk bertindak anarkis. Inilah yang disebut ‘krisis identitasโ.
Ketiadaan peran rumah alias keluarga adalah penyebab utama dan pertama yang melahirkan kekerasan dari dalam diri sang remaja.
…
Kediri,ย 2ย Maretย 2023

