”Bila kita memeluk erat kejahatan dan kebencian terhadap orang baik dan kebaikan, maka pada waktunya mereka akan menghancurkan, bahkan membunuh kita sendiri.”
Kebencian orang-orang terhadap Yesus pada zaman-Nya terjadi, karena kebaikan dan pengakuan-Nya, bahwa Yahweh adalah Bapa-Nya. Dikisahkan dalam Injil: “Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya” (Yoh. 7: 1).
Beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan, yakni:
1) Jangan membalut tubuh dengan pakaian kejahatan dan mengurung jiwa ini dalam penjara kebencian;
2) Akuilah kelebihan dan kebaikan orang lain di sekitar kita dan dukunglah mereka dalam setiap kebaikan yang mereka lakukan;
Akhirnya ingatlah, bahwa bila engkau memelihara kebencian dan kejahatan maka pada saatnya mereka akan membunuh dirimu terlebih lagi hati, pikiran dan jiwamu.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

