Keindahan Sakramen Tobat itu bukan pertama-tama terletak pada kesadaran seseorang untuk datang ke kamar pengakuan lalu mengakui dosa-dosanya, melainkan pada pengampunan yang Allah berikan kepada si pendosa. Bayangkan, bahwa kita yang berdosa berkali-kali dan dalam hitungan bulan dan tahun, tapi semuanya itu bisa diampuni dalam hitungan menit bahkan detik, ketika Imam berkata, “Dengan kuasa Allah melalui Gereja-Nya, aku melepaskan engkau dari semua dosamu!” Wouw… bukankah ini sebuah rahmat terbesar bagi kita dari Allah?
Iman kita mendengar kata-kata belas kasihan dan bukan penghakiman dari Yesus kepada si perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yoh. 8: 11).
Pelajaran penting bagi kita:
- 1) Engkau berdosa dan menjauh dari Tuhan, tapi yang dibuat okeh Tuhan adalah Dia tidak memikirkan dosa-dosamu, melainkan kapan engkau bertobat agar menerima pengampunan-Nya;
- 2) Allah tak pernah menghukum pendosa, bila datang kepada-Nya dalam pertobatan yang sungguh;
- 3) Hanya di kamar pengakuanlah Anda akan mendengarkan kata-kata pengampunan dari Tuhan, “Anakku, dosamu telah diampuni.”
Karena itu, ingatlah akan pesan Paus Fransiskus, “Allah tidak pernah bosan mengampuni kita. Hanya kitalah yang selalu bosan dan enggan untuk bertobat.”
Monsignor RD Inno Ngutra, Pr

