Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com | Hidup serta kehidupan sang manusia berasal dari kasih Sang Tuhan. Manusia hidup, bergerak, serta ada, melulu karena disirami rahmat serta kasih karunia Tuhan.
Kehidupan seorang anak manusia, dapat penulis “analogikan” laksana pertumbuhan sebatang pohon. Jika sebatang pohon, bermula dari bibit / benih berupa, umbian, bijian, batangan, atau apa pun, maka demikian pun kehidupan serta pertumbuhan sang manusia.
Nah, demikian benih itu pun akan bertumbuh menjadi sebatang pohon.
Sebatang pohon, terdiri dari akar, batang, cabang dan ranting, dedaunan, bunga, dan akhirnya berbuah.
Nah, demikian pun hidup serta pertumbuhan sang anak manusia. Seorang anak manusia, terlahir dari sebuah keluarga. Dari sang ayah dan sang ibu. Prosesnya bermula dari bayi, lalu bertumbuh menjadi anak kecil, lalu remaja, pemuda, dewasa, dan akhirnya tua.
Apakah Anda dan saya akan dan telah bertumbuh menjadi sebatang pohon yang baik dan berguna? Ataukah justru akan dan telah bertumbuh merana dan tidak menghasilkan buah?
Serentang kehidupan, dikatakan ideal serta bermanfaat, justru kala sang pohon itu dapat menghasilkan buah.
Bukankah itu adalah sebuah cita-cita ideal dari seluruh proses tumbuh kembangnya sebatang pohon?
“Bunga bakung,” telah dicontohkan oleh Yesus Kristus sebagai bunga paling indah dan bahkan melampaui keindahan pakaian kebesaran raja Salomo.
Atau juga di negeri kita, saking banyaknya “fungsi pohon kelapa,” maka, bidang kepanduan atau kepramukaan, disimbolkan dengan “tunas kelapa.” Dari pohon kelapa, seluruh bagiannya, ternyata sangat berguna bagi kehidupan manusia.
Hidup yang berguna bagi sesama adalah sebuah cita-cita ideal. Itulah model kehidupan berahmat.
Suatu model kehidupan yang dikaruniai berkat berlimpah.
Jadi, sesungguhnya, Anda, tergolong jenis pohon yang mana?
…
Kediri,ย 23ย Maretย 2023

