| Red=Joss.com | Catatan ini bukan kisah keluarga, tapi tentang iman kami. Bahwa di balik semua yang terjadi, ‘Gusti kagungan kerso’, berkehendak.
Selamat jalan adikku, selamat jumpa dengan 3 kakakmu yang lebih dulu telah sowan Yang Ilahi. Pakde (sebutan untuk anaknya) percaya, oleh Kerahiman Allah dan bakti Paklik Bulik dan ketiga kakakmu selagi hidup di dunia, adik Panca akhirnya dapat berkumpul kembali dalam kekalnya kasih sayang. Seperti apa keindahan itu? Pakde tidak berani bertanya, karena jika sudah waktunya, Insyaallah, juga akan melihat dan merasakannya.
Sekelébat, lewat video call, Pakde diberi kesempatan untuk menatap dan sejenak menyapa adik memenuhi panggilan Dalem Gusti. Karena deritamu menuju Sang Khalik sudah sangat panjang, maka doa pendek saja yang terucap: “Tuhanku, berilah yang terbaik untuk Adik. Namun kehendak-Mu yang terjadi. (Terima kasih untuk keikhlasan anak En membuat VC.)
Adikku, lewat video call itu kulihat suamimu tabah menemanimu sampai akhir. Pakde melihatnya “Itulah yang sepatutnya dilakukan oleh suami beriman, menemani istri sampai akhir.” Kakang lihat fakta itu merasa terharu dan bersyukur, Adik mempunyai suami yang selain tabah juga setia. Tuhan, terima kasih boleh melihat keluhuran cinta, bukan dalam kata, tapi kehadiran dari mereka itu. Setiap kali, siapa pun dia, suami atau istri, yang tabah dan setia menemani dan membimbing pasangannya, saya pasti terharu. “When friends just can’t be found, I am on your side.”
Saya melihat dan selalu mengajak semua saudaraku juga untuk melihat, bahwa setiap yang terjadi itu bukan kebetulan, jika kita melihatnya dari kaca mata iman.
Rasanya bukan kebetulan, jika pimpinan RS Charitas Klepu saat ini sebelumnya Direktur Keperawatan RS Charitas Palembang. Saya melihat, bahwa tangan Tuhan terulur untuk membantu keluarga yang berduka. Selain masa kecil berasal dari desa yang sama, terkait mereka dengan pertalian saudara.
Semua saudaraku, duka ini manusiawi, namun saya ingin meyakini, bahwa Panca sudah menggenggam janji Tuhan di tangannya, yakni: Mzm 23: 1-6.*
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Selamat jalan adik. So long!
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

