“Hati yang terkunci pun dijangkau oleh Yesus. Bahkan luka terdalam pun disentuh oleh kerahiman-Nya.”
Allah yang Maharahim, kami mengenang Putra-Mu, Yesus yang bangkit datang menembus pintu yang terkunci dan membawa damai kepada para murid-Nya. Ia tidak menunggu mereka kuat dulu; Ia datang di tengah ketakutan dan kelemahan mereka.
Tuhan Yesus, Engkau menunjukkan luka-Mu bukan untuk menghakimi, tapi untuk mengundang kami. Ajarlah kami untuk tidak menyembunyikan luka kami, tapi berani membawanya kepada-Mu: segala dosa, keraguan, dan ketakutan kami.
Engkau menghembuskan Roh Kudus kepada para Rasul dan mengutus mereka, yang dulu takut itu untuk jadi saksi yang berani. Hembusi dan ubah hati kami juga, Tuhan, dari orang yang takut jadi pembawa kasih, dari yang ragu jadi percaya, dari yang terluka jadi saluran kerahiman-Mu.
Seperti Tomas, kami sering ragu. Tapi Engkau datang kembali dengan sabar dan penuh kasih. Mampukan kami untuk berseru dengan iman: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
Bapa, melalui Gereja-Mu dan pemecahan roti dalam Ekaristi kudus, Engkau menghadirkan Yesus yang bangkit bagi kami. Ajarlah kami untuk berjalan dalam iman, bukan karena melihat, melainkan karena percaya.
Yesus, Kerahiman Ilahi, hembuskan damai-Mu ke dalam hati kami. Ajarlah kami untuk sungguh percaya kepada-Mu.
“Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

