“Allah berdiam di tengah kita; kerahiman-Nya adalah terang kita, kehadiran-Nya adalah kekuatan kita.”
Allah berjanji jadi tembok api di sekeliling kami dan kemuliaan di dalam kami. Ia menghimpun umat-Nya seperti seorang Gembala, menjaga dan menghibur hati kami. Sekalipun iman kami sering goyah, tapi Ia tidak meninggalkan kami.
Ketika orang-orang takjub akan karya-karya Yesus, Putra-Nya yang menyatakan misteri ‘salib’; jalan yang berbeda dari harapan manusia, tapi justru jadi pusat keselamatan. Kami mengaku, ya, Allah, bahwa jalan penderitaan dan penyerahan itu tidak mudah dimengerti. Pikiran kami sering menolak yang hanya dapat dilihat dengan mata iman.
Faktanya pada salib itu kami melihat, sekaligus kelemahan kami dan kasih-Nya yang tiada batas: pengkhianatan, ketakutan, dan dosa kami ditelan oleh kerahiman-Nya. Di sanalah Ia tinggal bersama kami; bukan jauh, melainkan hadir di tengah rapuhnya hidup manusia.
Karuniakanlah kami, ya Bapa, iman yang hidup; iman yang percaya bukan karena segalanya jelas, melainkan karena Engkau setia. Bukalah mata kami untuk melihat sengsara Putra-Mu sebagai puncak kerahiman-Mu, dan berilah keberanian untuk bertanya, mencari, dan mengikuti Dia.
Semoga terang-Mu dalam diri kami jadi sinar bagi dunia, hingga banyak orang ditarik masuk ke dalam hadirat-Mu dan bersukacita dalam keselamatan-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

