Kadang, kita sering mengecewakan atau dikecewakan orang lain. Jika ada yang pernah dikecewakan itu tidak mudah untuk bisa percaya, karena takut dikecewakan lagi.
Orang yang pernah mengecewakan kita, bisa juga mengecewakan yang lain.
Orang yang suka mengecewakan itu mudah mengecewakan yang lain lagi. Karena mengecewakan itu sudah kebiasaan, bahkan lebih konyol lagi, jika jadi gaya hidupnya.
Ceritanya terdengar makin gencar, banyak orang yang dikecewakan. Hingga akhirnya, mereka yang dikecewakan itu sepakat mengatakan, “Cukup. Kami kecewa. Kami tidak percaya lagi.”
Siapa pun yang pernah dikecewakan itu harus bisa mengenal pribadi seseorang dengan lebih bijaksana. Sebab, kekurangan dari kita, jika berani jujur pernah juga mengecewakan orang lain.
Ada orang yang sudah sadar, tapi ada yang belum sadar! Bagi yang belum sadar itu, pasti bakal ada orang yang akan dikecewakan. Sedang bagi yang sudah sadar, karena pernah mengecewakan orang, semoga lebih berhati-hati dalam berkata, berjanji, dan bertindak!
Kita berada di tengah orang-orang (yang hampir 99,9%) pernah dikecewakan. Bahkan, namanya pun masih diingat dengan baik! Ketika nama itu diingat, teringatlah dengan peristiwa kekecewaan itu (kata-katanya, sikapnya dan perlakuannya).
Dikecewakan itu bikin hati jadi dongkol, ya, alangkah bijak kita berusaha untuk tidak mengewakan orang lain!
Jaga sikap, perilaku, dan mulut ini…!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

