Mrk. 3: 1-6
“Ketika seseorang tidak bisa memadamkan kecemburuan dan ketidaksukaan terhadap orang lain di dalam hati dan pikirannya, maka lahirlah rencana dan tindakan jahat, baik yang dilakukan sendiri maupun lewat persekongkolan dengan sesama penjahat lainnya.”
Kebenaran dari pernyataan di atas terbukti dalam kisah Injil hari ini, di mana orang-orang Farisi yang tidak suka terhadap Yesus akhirnya bersekongkol untuk membunuh-Nya: “Mereka mengamat-amati Yesus, sekiranya Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia” (ayat 2). Ketidaksukaan ini melahirkan persekongkolan untuk berbuat jahat: “Lalu ke luarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia” (ayat 6).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Hadapilah para pencemburu itu dengan santai, karena Anda sangat berkualitas di hadapan mereka;
2) Jangan memelihara kecemburuan di dalam hati dan pikiranmu, karena sifat itu tidak berpengaruh terhadap mereka yang Anda tidak suka, melainkan mengikat dan membunuh dirimu sendiri;
3) Jangan menghabiskan waktumu yang singkat di dunia ini dengan merencanakan dan melakukan kejahatan, karena dampaknya buruk terhadap dirimu dan hidupmu.
Akhirnya, jangan membiarkan dirimu digunakan oleh orang lain untuk melakukan kejahatan terhadap mereka yang tidak pernah menyakiti atau melukaimu.
Monsignor RD Inno Ngutra

