“Berakar dalam Kristus, kita memancarkan kerahiman-Nya dan hidup dalam terang Kerajaan-Nya.”
Semalaman Yesus berdoa sebelum Ia memilih dua belas Rasul-Nya. Ia menunjukkan, bahwa kebijaksanaan sejati itu bukan berasal dari diri manusia, melainkan dari berakar dalam Tuhan. Dalam doa, Ia dikuatkan, dituntun, dan diteguhkan dalam kasih-Nya.
Melalui Santo Paulus, Tuhan mengingatkan kami, bahwa hidup itu harus tertanam dan dibangun dalam Kristus. Di salib-Nya, setiap hutang dosa kami telah dihapus, setiap kuasa kegelapan ditaklukkan, dan kami menerima kepenuhan hidup yang baru.
Tuhan, kerajaan-Mu kekal selamanya, dan kasih setia-Mu berlaku turun-temurun. Seperti para Rasul yang sederhana, Engkau memilih kami apa adanya – dengan segala keterbatasan kami untuk mewartakan kasih-Mu. Kami bersyukur atas kepercayaan ini dan mohon agar hati kami makin diteguhkan, bukan bersandar pada kekuatan kami, melainkan pada Kristus yang tinggal dalam kami.
“Yesus, Engkaulah terang dunia.” Sentuhlah bagian hidup kami yang masih gelap dengan kuasa-Mu yang menyembuhkan, dan pancarkanlah cahaya-Mu melalui hidup kami. Izinkan setiap langkah kami jadi kesaksian akan kebaikan dan kerahiman-Mu, sehingga semua orang boleh mengalami sukacita dalam kerajaan-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

