“Jangan membanggakan diri sendiri dan tinggi hati. Lebih bijak hidup itu dimaknai.” -Mas Redjo
…
Jika banyak orang bangga, karena sukses dengan pencapaiannya itu wajar. Asal tidak kebablasan, dan lupa diri.
Faktanya, sukses yang dibangga-banggakan itu membuat kita lupa diri dan sombong. Tapi sukses yang disyukuri dan dimaknai membuat kita rendah hati.
Bersyukur, selalu bersyukur itu yang membuat saya sadar diri, bahwa hidup ini anugerah Tuhan! “Kita diciptakan secitra dengan-Nya agar berbuah” (Kej 1: 26-27).
Sejatinya sukses yang diperoleh itu tidak untuk diri sendiri, dimiliki. Tapi untuk disinergikan dan dibagikan agar orang lain juga sukses dan bahagia.
Acuan hidup agar kita murah hati itu yang dikehendaki Tuhan, karena kita diberi-Nya secara cuma-cuma.
Kita tidak harus khawatir dan takut. Ketika berbagi pada sesama dari yang dipunyai, baik itu materi, ilmu, tenaga, atau ide. Kita juga tidak harus takut jadi miskin, tersaingi, dan seterusnya. Karena pikiran buruk dan negatif itu muncul dari yang jahat.
Sebaliknya, ketika berbagi ikhlas hati, rezeki kita bakal ditambahkan dan berkelimpahan (Mat 13: 8).
Coba amati, ketika berbagi pada sesama, kita melihat wajah-wajah yang sumringah bahagia yang membuat hati kita jadi terharu biru.
Selalu bersyukur atas anugerah Tuhan adalah sumber kerendahan hati hidup bahagia.
…
Mas Redjo

