| Red-Joss.com | Sore kemarin mataku lelah setelah berhari-hari memeriksa tugas mahasiswa. Sekadar melepas lelah saya nonton film berjudul: ‘The Tax Collector’. Kisah dibuka dengan makan pagi bersama yang diawali dengan doa oleh sang Ayah: “Ya Tuhan, kirimlah para malaikat-Mu agar kami mampu melakukan kehendak-Mu sepanjang hari ini.” Ia memberkati kedua anaknya, lalu mencium kening lantas… bergegas pergi kerja.
Awal sebuah hari yang pas dan sangat dibutuhkan, apalagi jenis pekerjaannya beriringan dengan hal-hal yang dapat menyebabkan masalah dengan pihak lain.
Setiap orang mengawali harinya dengan caranya sendiri. Ada yang dengan mengikuti Misa pagi, berdoa Rosario, Salam Maria, atau membuat Tanda Salib saja, dan yang tanpa sama sekali juga ada. Tujuannya memohon agar aktivitas sepanjang hari ini dapat menyatakan kebaikan Allah lewat kebaikan hati kita terhadap sesama.
Ibarat pelita kebaikan hati jangan sampai sembunyi. “Modestia vestra nota sit omnibus hominibus” artinya Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang!” (Google). Tak ada hubungan dengan ‘pamer’ kebaikan selama kata dan perbuatan kita mewartakan kebaikan Allah saja bukan diri sendiri. “Kebaikanku adalah pelita bagi sesama untuk melihat kebaikan Tuhan.” Benar?
Salam sehat dan tetap tekun menjadi berkat.
…
Jlitheng

