| Red-Joss.com | Alangkah indah dan bahagianya, bila kita bisa berbagi dan memberi. Memberi itu bukan sekadar kewajiban, melainkan kebiasaan dan keikhlasan. Berbagi itu tidak perlu melihat jumlah dan berapa rupiah. Tapi memberi dengan ikhlas, maka Dia yang akan membalas tanpa batas.
Tidak perlu takut bangkrut, khawatir dicibir, atau rezeki jadi sulit. Justru bila kita mudah berbagi dan memberi, maka anugerah berlimpah akan diterima. Ingat, bila kita mudah berbagi dan memberi, Tuhan akan membuka pintu rezeki yang lebih besar.
Berbagi itu tidak berarti mengurangi, karena memberi itu tidak pernah rugi. Berbagilah saat kita berkelimpahan maupun saat kekurangan. Karena berbagi itu investasi.
Investasi untuk membuka pintu rezeki dan hidup kekal nanti. Jadilah pribadi yang tangan di atas. Ikhlas, tulus dan penuh kasih berbagi tanpa hitung untung rugi. Juga, jangan khawatir, meski dalam situasi sulit sekalipun untuk bersedekah. Justru dalam kekurangan atau keterpurukan, memberi itu akan membuka pintu rezeki dan investasi untuk hidup abadi.
Jangan khawatir akan berkurang saat kita memberi, karena sesungguhnya Tuhan akan melipatgandakan rezeki. Ingat rezeki itu bukan hanya milik kita seorang. Melainkan titipan untuk banyak orang.
Bagikan dengan sukacita, karena rezeki gratis dari Dia. Karena yang menabur benih bakal memetik hasilnya. Yang menebar kasih bakal berlimpah sukacita. Biasakan tangan kita di atas untuk berbagi dan bukan tangan di bawah. Berbagi itu bukan soal materi, tapi bisa juga lewat perhatian, senyuman, pertolongan, tenaga, bahkan doa itu juga bentuk berbagi. Ingat menerima itu berkah, memberi itu anugerah.
Dei gratias.
…
Edo/Rio, Scj

