“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya” (Luk 11: 28).
Bunda Maria dipuji berbahagia, karena jadi Ibu Yesus. Tapi Yesus menegaskan, bahwa kebahagiaan Maria lebih terletak pada keyakinannya pada Kristus dan kesetiaannya untuk mendengarkan sabda Tuhan serta memeliharanya.
Mungkin bagi orang tertentu, kekayaan adalah sumber kebahagiaannya. Apakah artinya kekayaan dunia yang sementara ini dibandingkan dengan kekayaan rohani yang diperoleh dari Kristus? Atau bagi orang-orang terpelajar, kekayaan intelektualnya mungkin memberikan kebahagiaan, tapi bukankan lebih membahagiakan, bahwa kita diajari oleh Tuhan dalam hikmat yang berasal dari Allah, yang memberi kita kebijaksanaan yang dapat membawa kita pada keselamatan?
Kepercayaan kita akan Kristus membawa kita pada kebahagiaan Ilahi yang tidak dapat dibandingkan dengan segala tawaran dan kenikmatan dunia ini.
Apakah kita sudah menyadari kekayaan iman yang Tuhan curahkan bagi kita? Apakah kita sudah menyadari, bahwa kesetiaan kita kepada Tuhan, bahkan di saat-saat sulit hidup kita itu akan membawa kebahagiaan? Ataukah kita tetap terpaku pada keinginan dan kehendak kita yang belum terpenuhi?
Veronica – Endah
Sabtu, 11 Oktober 2025
Yl 3: 12-21 Mzm 97: 1-2.5-6.11-12 Luk 11: 27-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

