Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Baaabiii”
(Teriakan si Miskin)
Tentang Salah Paham
Salah paham alias ‘miscomunication’, dapat saja dan bahkan sangat sering terjadi di kalangan masyarakat kita. Hal ini dapat terjadi, karena berbagai alasan, baik alasan yang serius pun alasan yang tetek bengek belaka. Jika hal ini sungguh terjadi, maka sungguh disayangkan.
Babi Jalanan
Seorang dokter spesialis sedang asyiknya menguji coba kecanggihan mobil baru miliknya di jalan. Saking asyiknya, rupanya sang dokter tidak memantau sistem kamera pengintai kecepatan lajunya kendaraan. Maka, dengan cekatan dia meningkatkan kecepatan mobil sportnya itu. Apa dampaknya? Maka, terdengarlah bunyi deru kendaraan yang dapat memekakkan anak telinga. Di saat itu pula, sang dokter tersenyum angkuh diiringi rasa bangga di dada mudanya.
Sementara itu, seorang petani yang melihat kecepatan lajunya kendaraan mentereng itu berteriak lantang, “Baaabiii!” (Maksudnya, awas ada babi di jalan).
Apa lacur, sang dokter yang sudah dirasuki kegilaan itu bersikap acuh tak acuh, karena saking senangnya. “Persetan!” celetuknya
Sesaat kemudian, dokter angkuh itu pun menoleh kepada si petani dan berkata, “Lu yang babi!”
Dalam sekejap, di saat dia mengarahkan pandangannya ke jalan, ternyata… mobil mewahnya menabrak seekor babi di tengah jalan.
Apa saja Dampak Negatifnya?
- Mobil sport mewahnya ringsek berat. Senasib dengan babi malang itu.
- Sokter itu harus diopname selama beberapa minggu.
- Tragisnya ternyata tidak sedikit uang dikeluarkan demi membenahi mobil sport gila itu.
(Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya)
Refleksi
Fenomena ‘Miscomunication’ adalah Rasa Sesal yang sungguh tak Berguna
- Kebijaksaan hidup mengajarkan manusia, bahwa di mana dan kapan pun kita berada, maka kita perlu bersikap mawas diri. “Nose te Ipsum” alias “Gnothi Seauton”
(kenalilah dirimu), yang terpampang di gerbang masuk kuil Apolo di Delphi, Yunani. - Keangkuhan manusia itu selalu akan melahirkan penolakan, entah kapan dan di mana saja!
Ingat sebuah prinsip hidup!
“Kesombongan, pun akan melahirkan kesombongan!”
“Superbia Generat Superbiam.”
Kediri, 23 Januari 2026

