| Red-Joss.com | Penggalan lagu ‘Keagungan Tuhan’ yang digaungkan Ida Laila ini, menyiratkan betapa dalam dan mentesnya kerohanian penulisnya.
Insyaflah wahai manusia
Jika dirimu bernoda
Dunia hanya naungan
‘Tuk makhluk ciptaan Tuhan
Dengan tiada terduga
Dunia ini ‘kan binasa
Kita kembali ke asalnya
Menghadap Tuhan Yang Esa
Refrainnya juga beriman:
Dia yang Pengasih dan Penyayang kepada semua insan.
Sempat terpikir, andaikan lagu ini jadi pendamping lagu wajib lomba padus hut Sanberna, “Bagai bumi tersiram hujan.”
Sejuk segar berserinya bukan hanya menerpa bumi dan membuat pohon-pohon bersuka berdendang riang ria bernyanyi, tetapi juga singgah di Sanberna yang lama dahaga.
Pertanyaan hati yang belum sempat kutanyakan kepada panitia lomba: “Mbak dan mas …, adakah rindu yang mendorongmu memilih lagu ini sebagai wajib?” Semua, ya semua … wajib bergaung dan menggaungkan lagu damai ini. Mendengarnya membuat hati mak nyes leganya, seperti bertahun tandus mencipta haus dan dahaganya hati.
Ref. Dia yang pengasih dan penyayang, tetap ada di Sanberna …
Salam sehat dan selamat bergabung menyiram bumi Sanberna.
…
Jlitheng

