“Dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu…” (Luk 16: 21a).
Kata-kata orang bijak: “Apa yang dimiliki atau alami itu seharusnya membawa kita kepada Tuhan itu sangat tepat. Jangan sampai yang dimiliki itu membawa kepada maut.
Dalam Injil, kita melihat perbedaan yang sangat mencolok antara si kaya dan Lazarus. Salahkah jika seorang itu jadi kaya? Tentu tidak, tapi jadi salah, bila kekayaannya itu jadi tujuan hidupnya, mengikatnya, sehingga ia tidak peduli lagi dengan orang di sekitarnya, hanya memikirkan diri sendiri, memakai kekayaannya hanya untuk memuaskan diri sendiri, dan jadi lupa kepada Tuhan, Sang Pemberi Kekayaan, yang mengajarkan untuk berbagi dan peduli kepada sesama. Kaya itu bukan hanya soal materi, tapi bisa juga kaya waktu, kepandaian, talenta, dll. Sudahkah kita membagikannya kepada orang lain?
Tuhan, ajarilah kami untuk selalu rela membagikan rezeki dan rahmat yang Engkau berikan, kepada siapa saja yang membutuhkan.
Sr. M. Gregoria, P. Karm
Kamis, 20 Maret 2025
Yer 17: 5-10 Mzm 1: 1-4.6 Luk 16: 19-31
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

