| Red-Joss.com | Kemarin sore kami, istri dan saya, dapat kesempatan mengambil bagian dalam Misa Kenangan Kasih, “In Loving Memory,” bagi jiwa-jiwa leluhur dan handai taulan yang telah meninggalkan dunia ini. Sederet foto-foto tertata dengan sangat apik di kaki Altar, menyimbulkan rindunya jiwa-jiwa itu untuk meninggalkan ‘purgatorium’ menuju hidup abadi.
Ada tiga titian utama yang senantiasa kita ucap pada bagian akhir Credo Para Rasul: pengampunan dosa, kebangkitan badan dan kehidupan kekal.
Spirit dasar dari Misa Arwah adalah uluran tangan kasih kita untuk jiwa-jiwa mereka yang kita cintai: suami, istri, orangtua, anak, saudara, sahabat, yang mungkin saja, karena pergumulannya sewaktu masih di dunia ini, kini masih berada ‘purgatorium’ atau di tempat penantian. Doa dan mati raga kita sangat dibutuhkan bagi mereka.
“Live your life before life leaves you.” Satu kali Salam Maria setiap hari akan sangat berarti bagi yang sedang menanti hidup abadi.
Salam sehat dan tetap semangat berbagi berkat.
…
Jlitheng

