“Keteladanan hidup baik dan amal kasih adalah nafas seorang katekese kasih sejati.” -Mas Redjo
…
Yesus yang meminta kepastian Petrus, bertanya hingga diulang 3 kali itu sungguh meluluh-lantakkan jiwaku.
Adalah manusiawi, ketika ditanya oleh pasangan kita: “Apakah kau mencintai saya?” Kita bersedih hati, ketika kurang dipercaya atau cinta kita diragukan oleh pasangan sendiri.
Teristimewa lagi, pertanyaan kasih itu diajukan Yesus yang meminta kepastian kita, seperti yang diajukan-Nya pada Rasul Petrus.
“Petrus, apakah kau mengasihi Aku?”
Ketika Petrus ditanya Yesus hingga 3 kali, sejatinya ia diingatkan dan dipulihkan akan penyangkalan dan kekurang-percayaannya dengan kebangkitan Yesus. Karena Petrus diberi tanggung jawab besar untuk menggembalakan domba-domba-Nya.
Begitu pula kita, yang dituntut miliki komitmen untuk taat dan setia pada Yesus hingga tarikan nafas terakhir.
Perilaku untuk mengasihi sesama itu harus jadi nafas hidup katekese kasih sejati. Kita diselamatkan-Nya. Kita dipilih, dimurnikan, dan diutus Tuhan untuk meneruskan tugas para Rasul menggembalakan domba-domba-Nya.
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya dan setia” (Yoh 20: 29).
Orang sombong dan tidak percaya itu meminta bukti nyata mukjizat Tuhan. Tapi orang yang rendah hati itu melihat dan merasakan karunia kasih Tuhan, karena percaya, dan itu anugerah-Nya.
Terpujilah Tuhan!
…
Mas Redjo

