Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com | “Jadilah seorang manusia sejati, dan bukan seekor burung beo.”
“Kebahagiaan sejati itu, timbul dari dasar kedalaman sumur jiwamu!”
Selaku sang manusia, kita sering terjebak di dalam kubangan lumpur ketidakberdayaan, karena sulit untuk menerima diri dan merasa “cukup” akan eksistensi diri. Eksesnya, kita mulai merakit merias diri dengan aneka dandanan “imitasi,” agar terangkat derajat serta identitas diri. Dalam konteks ini, sang manusia itu mulai berkompensasi.
Lewat unggahan medsos diketahui, banyak dari kaum muda kita yang bersikap nervous, karena terjangkiti penyakit minder dan hilang sikap percaya diri.
Mereka pun merasa minder tatkala medsos dengan pongahnya menyoroti aksi ajang flexing (pamer) mobil mewah, misalnya.
Atau mereka pun merasa segera terusik, karena tidak mampu bersaing dalam merengkuh gelar kesarjanaan. Padahal, mereka telah menempati posisi terhormat di dalam sebuah lembaga.
Saudaraku, mari, segera melupakan cara berpikir yang cenderung doyan untuk membandingkan keberhasilan orang lain dengan diri sendiri. Usahakanlah untuk segera mengubah pola berpikir. Katakan, “Wahai, betapa bahagianya aku, karena berkat-Mu.” (gratia dei).
Beranilah juga keluar dari “halusinasi” suatu “dunia maya,” dan masukilah “dunia nyata.”
Sejatinya, Anda pun tidak butuh sebuah validasi atau pengakuan dari dunia maya, tapi dari sikap percaya diri yang Anda bangun dari dasar kesadaranmu.
Rupanya, kaum muda kita sangat rindu akan sebuah pengakuan dari orang lain. Padahal, dirinya, secara sosial ekonomi sudah sangat mapan.
Jadilah dirimu sendiri, setelah Anda tegas dan berani berkata, “cukup” kepada dirimu sendiri.
“Aku berani berpikir dan bersikap, maka aku ada!”
…
Kediri,ย 25ย Maretย 2023
…
Foto ilustrasi: Istimewa

