| Red-Joss.com | Setiap dari kita pasti mempunyai kerinduan untuk mengasihi dan dikasihi, sebab tindakan mengasihi dan dikasihi dapat mengangkat martabat kita.
Seorang anak senantiasa ingin mendapatkan perhatian yang cukup dari kedua orangtua. Sebab kalau tidak mendapatkan kasih yang cukup, maka ia akan mencari alasan supaya dapat ke luar rumah.
Seorang isteri merindukan perhatian dari suami, pasangannya demi mematangkan kedua cinta yang sudah dimulai lewat perkawinan. Juga sebaliknya suami merindukan kasih dari isteri, sehingga ia selalu mendapatkan semangat hidup.
Kakek-Nenek/Oma-Opa ingin selalu dapat membagikan kasihnya kepada cucu-cucunya, bercerita apa saja untuk menumbuhkan kebahagiaan untuk mereka.
Seorang sahabat, Pastor, dan siapa saja mempunyai kerinduan untuk bisa membagikan dan menerima kasih dari dan kepada orang lain. Pendeknya, semua penghuni dunia ini mempunyai kerinduan, impian yang sama: satu sama lain bisa saling mengasihi.
Setiap hari kita menyaksikan dan disuguhi berita pertikaian, perseteruan, pertentangan, dan sebagainya yang kadang membuat hati ini sedih, menjerit, dan menanggis. Tapi selalu ada pula berita yang menyejukkan, mengagetkan dan di tengah situasi yang serba susah ini tidak sedikit ada tangan yang selalu terulur, tindakan kasih, menolong untuk meringankan beban penderitaan orang lain.
Apa yang dilakukan oleh saudara-saudari kita yang terakhir mewujud-nyatakan ajaran Yesus yang kita dengar hari ini? Dengan serius dan tegas Yesus memberikan warisan nasihat, perintah istimewa kepada kita, yaitu supaya kita saling mengasihi satu sama lain.
Apakah ini hanya perintah kosong tanpa makna dan tak berarti di tengah dunia yang penuh perselisihan ini? Tidak! Yesus telah mengalami kasih Bapa begitu kuat, mendalam, dan menggetarkan. Sehingga Ia ingin agar kita mengalami kasih yang serupa. Sebab kasih Bapa itu memberi kegembiraan, kebahagiaan, dan sukacita. Sekali lagi, siapa di antara kita tidak ingin mengecap kasih seperti itu? Semua tentu menginginkan.
Sesungguhnya yang disampaikan Yesus hari ini merupakan Wasiat Emas yang harus menjadi dasar sikap bertindak kita. Bahkan sangat elok, jika perintah Yesus: “kasihilah seorang akan yang lain” ini menjadi
semboyan bagi kegiatan-kegiatan kita.
“Proyek kasih” sebagaimana telah diperintahkan oleh Yesus menjadi proyek bersama. Kita harus bangkit dan bergerak untuk mengembangkan proyek kasih ini. Dengan melakukan tindakan kasih, kita setiap hari selalu mempunyai waktu untuk saling mengasihi: baik dengan pasangan, anak, sahabat, rekan kerja, komunitas, dan sebagainya.
“Kuberikan hatiku untuk mengasihi, mengampuni, dan kuulurkan tanganku untuk melayani.”
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ.

