“Kasih Allah memulihkan hidup, Roh-Nya membentuk kita untuk hidup dalam integritas, keberanian, dan kasih.”
Yesus memasuki kota Nain dan melihat dukacita seorang janda. Tergerak oleh belas kasih, Yesus menyentuh yang dianggap najis itu dan bersabda di tengah kuasa maut: “Hai anak muda, bangkitlah!” Saat itu juga, belas kasih Tuhan mengalahkan putus asa, kekudusan-Nya mengalahkan kenajisan, dan pengharapan dipulihkan.
Tuhan Yesus, Engkau adalah Allah yang hidup; tidak ada yang lebih kuat daripada belas kasih-Mu. Seperti Engkau melihat janda itu dalam kesedihannya, Engkau pun melihat kami dalam kelemahan, kehilangan, dan ketakutan kami. Hati-Mu tidak pernah jauh, Engkau mendekat dan mengangkat kami.
Allah, melalui sabda-Mu, Engkau mengingatkan, bahwa hamba-hamba-Mu dipanggil untuk hidup layak, berintegritas, dan setia. Jadikanlah kami berhati tulus, seperti Pemazmur yang bersyukur: “Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum-Mu, aku hendak hidup dengan tulus hati.” Semoga hidup kami mencerminkan kasih-Mu, perkataan kami membawa pengharapan, dan tindakan kami menguatkan sesama.
Tuhan, berikanlah keberanian agar kami tidak mundur, karena takut, melainkan jadi saksi berani akan kuasa kebangkitan-Mu. Seperti Engkau memulihkan hidup di Nain, pulihkan iman kami yang gentar, dan kobarkan kasih kami yang lemah. Berkati kami berjalan dengan hati yang tulus, percaya, bahwa Engkau beserta kami dalam suka-duka, dan selamanya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

