| Red-Joss.com |Maria adalah sosok paling kehilangan sekaligus masih rela melepaskan, dan ikhlas.
Sendiri dan sepi itu dua hal yg berbeda. Seseorang dapat berada sendiri tanpa merasa kesepian, sebaliknya orang dapat merasa kesepian, bahkan di dalam ruangan yang penuh orang.
Kesepian adalah keadaan mental, sebuah emosi yang disebabkan oleh perasaan terpisah dari orang lain. Rasa terpencil dialami mereka yang kesepian. Pengalaman itu pernah dialami Maria. Istilah Ibrani sebagai yang “tandus” atau “sunyi” dalam Perjanjian Lama berarti seorang diri saja; seseorang yang sendirian, tertinggal, malang. Tidak ada rasa sedih yang lebih dalam daripada perasaan, bahwa kita berada seorang diri di dunia. Kita tidak memiliki teman, tidak ada orang yang mempedulikan kita. Tidak ada yang peduli apa yang menimpa kita, dan bahwa tidak ada yang peduli jika kita mati.
Dalam kisah hidup manusia, tak ada seorang pun wanita yang merasa sunyi sesunyi hati Maria, ketika ia melihat Anaknya yang tunggal dan dicintainya itu tergantung seorang diri di atas salib.
Namun demikian, Maria telah menjadi Ibu dari Dia yang adalah “teman yang lebih karib dari pada seorang saudara” (Amsal 18:24), yang menyerahkan hidup-Nya bagi sahabat-Nya (Yoh15:13-15), dan yang telah berjanji tidak pernah meninggalkan kita dan akan menyertai kita sampai pada akhir zaman (Matius 28:20).
Selalu dekat dengan Sang Penghibur.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

