“Saat hati mengeras, Yesus tetap berkarya. Saat kita sulit percaya, kasih-Nya tetap nyata.”
Allah yang Maharahim, kami datang dengan hati yang jujur di hadapan-Mu. Seperti Yeremia, kami pernah merasa terluka, dikhianati, bahkan ingin membalas. Tapi dalam Yesus, kami melihat jalan yang berbeda.
Di dalam Injil, ketika orang-orang ingin melempari Dia dengan batu, Yesus tidak melawan. Ia hanya menunjuk pada karya-karya-Nya:
Penyembuhan, belas kasih, kebenaran… Ia mengundang mereka, dan juga kami, untuk melihat, bahwa semua yang Ia lakukan berasal dari Engkau.
Bapa, sering kali kami juga sulit mengenali karya-Mu. Saat hidup tidak berjalan sesuai harapan, doa terasa belum dijawab, dan saat luka masih ada, kami bisa jadi … buta.
Yesus tetap bekerja, diam-diam, dan setia. Dalam rahmat kecil, kekuatan untuk bertahan, dan kasih yang tidak pernah habis. Engkau adalah gunung batu dan perlindungan kami. Engkau mendengar seruan kami.
Tuhan Yesus, saat kami melangkah menuju Pekan Suci, ajar kami untuk percaya bukan pada perasaan kami, melainkan pada karya-Mu. Dalam Ekaristi, Engkau memberikan diri-Mu terus-menerus sebagai bukti nyata kasih-Mu. Bukalah mata kami untuk mengenali-Mu.
Bebaskan kami dari kepahitan dan keinginan untuk membalas. Bentuklah hati kami jadi seperti hati-Mu: lembut, percaya, dan berserah.
Biarlah kami percaya, bukan hanya karena kami mengerti, melainkan karena kami melihat kasih-Mu bekerja dalam hidup kami.
Yesus, kami percaya kepada-Mu, bahkan saat kami belum melihat dengan jelas. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

