“Harta yang paling bernilai di dunia ini adalah hidup saling mengasihi dan bahagia.” -Mas Redjo
…
Tidak dipungkiri, bahwa hidup saling mengasihi dan bahagia itu idaman kita semua. Faktanya, banyak dari kita yang sekadar kepengin, tapi berat dan sulit untuk mewujudkannya.
Saya ingin hidup untuk mengasihi dan bahagia, karena tersinspirasi dan termotivasi dengan teladan Yesus, yakni hidup untuk mengasihi sesama. Karena Allah adalah kasih.
Mengasihi tanpa batas dan tanpa sekat. Tapi apa mungkin…?
Bagi yang menjawab, hal itu tidak mungkin, karena kita sekadar melihat kelemahan, kekurangan, dan mengandalkan kemampuan sendiri.
Sebaliknya yang menjawab, hal itu mungkin dan tidak ada hal yang mustahil, karena didasari niat, tekad dan mengandalkan Allah agar kita dimampukannya.
Ketika hidup ini diorientasikan untuk mengasihi, saya dituntut berlatih tiada henti mengendalikan pikiran dan fokus kepada hal-hal baik dan positif. Meski diperlakukan kurang baik, dihina, atau didholimi agar tidak membalas, tapi memaafkan. Bahkan dengan mengasihi mereka yang memusuhi, jiwa ini makin sehat.
Begitu pula dalam berkata-kata agar saya mengendalikan mulut ini, karena ucapan adalah doa dan cerminan hati. Seia-sekata dalam kebaikan dan kasih itu sebagai ungkapan syukur kepada Allah.
Senantiasa menimba kasih Yesus agar saya jadi pribadi yang sabar, tabah, dan rendah hati. Karena kasih-Nya menyehatkan jiwa!
…
Mas Redjo

