“Saat badai menggetarkan hati.
Dari ketakutan menuju hati yang berkobar bagi Allah.”
Allah yang Maharahim, sabda-Mu menempatkan kami di antara ketakutan dan iman, antara mengandalkan diri dan menyerahkan segalanya kepada-Mu.
Dalam Injil, para murid adalah nelayan berpengalaman, tapi mereka tidak berdaya menghadapi badai. Ombak mengganas, perahu kemasukan air, dan hati mereka dipenuhi ketakutan. Sementara itu, Putra-Mu tertidur. Bukan karena Ia tidak peduli, melainkan karena Ia sepenuhnya percaya pada kuasa Bapa.
Teriakan mereka menyingkapkan hati yang gentar: “Guru, Engkau tidak peduli, kalau kita binasa?”
Mereka lupa, bahwa Tuhan semesta alam ada bersama mereka. Ketika Yesus bangun, Ia menegur angin dan danau. Seketika itu juga semuanya jadi tenang. Lalu Ia bertanya: “Mengapa kamu takut? Di manakah imanmu?”
Kita diingatkan, bagaimana kebenaran menyingkapkan dosa, seperti Natan menegur Daud, yang dahulu penuh iman, kini dihadapkan pada kebenaran tentang dosanya. Teguran Natan menembus penyangkalan, bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membuka jalan pertobatan. Ketakutan berubah jadi penyesalan, dan dosa bertemu dengan kerahiman.
Mazmur jadi jeritan hati kami: “Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah… Pulihkanlah kegembiraan keselamatan-Mu.” Sebab hanya hati yang dipulihkan
yang dapat berkobar kembali oleh kasih.
Tuhan Yesus, Engkau tidak hanya datang untuk meredakan badai, tapi untuk merebut kembali hati kami. Engkau menenangkan gelombang agar kami mendengar panggilan-Mu. Engkau membangkitkan iman agar kasih menyala di dalam diri kami.
Nyalakanlah hati kami dengan api kasih-Mu, bukan agar kami bersembunyi dalam rasa aman, melainkan agar kami diutus mencari jiwa-jiwa; melayani bukan diri sendiri, melainkan Allah dan sesama. Bebaskan kami dari ketakutan yang melumpuhkan, dan penuhilah kami dengan kasih yang mengutus.
Semoga hidup kami mewartakan, melalui pelayanan dan kesetiaan, bahwa Engkaulah Tuhan atas segalanya, bahkan atas badai.
Yesus, aku percayakan diriku
dan segala badai hidup kepada-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

