“Mengasihi seperti Kristus berarti mengikuti Dia sepenuhnya; dalam penyerahan, kesederhanaan, dan kepercayaan.”
Sabda Tuhan mengingatkan kami, bahwa “kasih adalah kegenapan hukum.” Segala perintah-Nya untuk menghormati, melindungi, dan melayani serta berpuncak dalam satu hal sederhana namun agung:
barangsiapa mengasihi dengan kasih-Nya, dialah yang telah melaksanakan kehendak-Nya.
Allah mengajar kami, bahwa jadi murid itu bukan berawal dari rasa takut, melainkan dari kasih yang memilih Dia di atas segalanya. Kasih yang memerdekakan kami dari keegoisan, melepaskan genggaman kami atas harta dunia, dan menjadikan hati kami tersedia bagi Kerajaan-Nya.
Tuhan Yesus, dalam perjalanan-Mu menuju Yerusalem, Engkau menoleh kepada orang banyak dan berbicara dengan tegas. Engkau tidak menjanjikan kenyamanan, tapi kebenaran; bukan pujian, melainkan pertobatan. Engkau mengundang kami untuk mengikuti-Mu di jalan salib: jalan yang menuntun pada kebangkitan.
Engkau mengingatkan kami, bahwa mengikuti-Mu menuntut harga:
menempatkan Engkau di atas keluarga, ambisi, bahkan diri kami sendiri. Tapi ini bukan penolakan, melainkan pemurnian: belajar mengasihi orang lain di dalam Engkau dan melalui Engkau agar hati kami benar-benar bebas untuk mengasihi tanpa batas.
Memanggul salib berarti memilih kehendak-Mu di atas keinginan kami, percaya bahwa di balik setiap penderitaan tersembunyi rahmat, dan ketika kami kehilangan diri ini demi Engkau, kami justru menemukan hidup yang sejati.
Roh Kudus, ajar kami untuk ‘menghitung biayanya’ dengan bijaksana; bukan agar kami mundur, melainkan agar kami siap mencintai sepenuhnya. Tunjukkan, bahwa jadi murid itu bukan beban, melainkan undangan setiap hari untuk berkata: ya kepada kasih. Bimbing kami untuk memberi dengan murah hati, seperti yang dikidungkan Pemazmur: “Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan… di kegelapan ia terbit laksana terang bagi orang jujur.”
Bapa, kami rindu jadi murid sejati; setia dalam kasih, teguh dalam pengharapan, dan bebas dari segala keterikatan duniawi.
Ketika jalan terasa berat, ingatkan kami, bahwa rahmat-Mu lebih besar.
Ketika kami ragu, ingatkan, bahwa kerahiman-Mu tidak pernah gagal.
Semoga kasih kami kepada-Mu mengalir jadi belas kasih bagi sesama, hingga setiap tindakan kami jadi pantulan kasih Kristus, yang menyerahkan segalanya demi cinta.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

