“Dunia menawarkan kekayaan yang cepat hilang, tapi hanya kasih Kristus yang menyatukan kita dengan sesama, dan Surga.”
Yesus memilih dua belas Rasul dari berbagai latar belakang: Matius pemungut cukai, Petrus, Yakobus dan Yohanes nelayan, bahkan Yudas yang berbeda dari mereka semua. Kalau bukan karena Yesus, mereka mungkin tidak pernah berteman. Tapi dalam Yesus, perbedaan itu jadi kekuatan.
Lukas juga menyoroti para wanita yang mengikuti Yesus. Dari Maria Magdalena yang pernah kerasukan, sampai Yohana, istri pejabat istana Herodes. Mereka tidak pernah mungkin bersatu, tapi Injil menyatukan mereka. Mereka tidak mencari kedudukan, tidak menuntut kehormatan, melainkan melayani dengan rendah hati. Yesus menyentuh mereka begitu dalam, sehingga mereka mempersembahkan yang mereka miliki.
Ya, Allah, firman-Mu mengingatkan kami melalui Rasul Paulus: jangan terikat pada cinta uang, sebab itu akar segala kejahatan. Pemazmur meneguhkan: tidak seorang pun dapat menebus hidupnya dengan harta, tapi hanya Engkau yang sanggup menebus. Tolonglah kami agar tidak lagi mengejar keamanan palsu, tapi sungguh berani mengejar iman, kasih, kesabaran, kelembutan, dan hidup kekal.
Tuhan Yesus, kasih-Mu melampaui latar belakang, status, bahkan masa lalu yang kelam. Terima kasih karena rahmat-Mu lebih besar daripada dosa kami. Jadikan kami, pria dan wanita, kaya atau sederhana, satu dalam Engkau. Berkati hidup kami jadi komunitas yang berpusat pada-Mu, saling berbagi dan melayani, supaya dunia melihat wajah-Mu dalam kebersamaan kami.
Kami serahkan kepada-Mu, Tuhan. Pimpin kami agar tidak terikat pada dunia yang fana, tapi selalu melekat pada kasih-Mu yang abadi. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

