“Mengasihi murah hati, karena mengimani Kristus.” -Mas Redjo
…
Berani tampil beda dan sukses itu luar biasa. Tapi berani memberikan yang terbaik dari iman kita akan Kristus itu anugerah-Nya.
Mengikuti dan meneladani Tuhan Yesus itu tidak boleh biasa-biasa saja, atau suam-suam kuku. Tapi totalitas! Karena dosa kita ditebus-Nya, dan hidup kita diselamatkan-Nya.
“Tidak hanya memaafkan mereka itu yang bersalah, tapi kita harus berani mengasihi mereka yang memusuhi kita!” Adalah andalan hidup orang yang percaya dan mengimani Kristus.
Kita tentu ingat pertanyaan Petrus kepada Yesus, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku, jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali….” (Mat 18: 21-22).
Yesus memberi teladan pada kita untuk mengasihi tanpa batas. Kita juga ingat, ketika Yesus mendoakan mereka yang menyalibkan-Nya.
Dengan menghidupi teladan kasih Tuhan Yesus dalam keseharian, kita ditempa untuk jadi pribadi yang tidak mudah reaktif dan emosional, tapi rasional. Tujuannya agar kita jadi sabar, tabah, dan rendah hati.
Senantiasa tenang untuk berpikir jernih, kita menyikapi hal ihwal peristiwa hidup, tantangan zaman, dan sebagainya itu dengan kedewasaan iman Kristiani.
Kita mengalah pada orang lain itu tidak identik lemah, tapi dari hati yang mengasihi agar kita jadi kuat. Kita mengampuni dan mendoakan mereka yang bersalah, karena Allah murah hati.
Mengasihi, mengasihi murah hati, karena iman kita sumbernya dari salib Kristus.
…
Mas Redjo

