“Takers can eat well, givers can sleep well.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Dunia sekarang cenderung dikuasai oleh mentalitas peminta. Banyak manusia sibuk dengan dirinya sendiri. Untung selalu jadi ukuran. Keakuan selalu jadi acuan dan uang pun seolah menggantikan Tuhan. Sebagian besar pola hidup adalah my … my … aku … aku … dan aku.
‘Takers moving the givers’. Meski dunia dihuni banyak orang yang bermental peminta ternyata masih banyak juga yang punya keutamaan memberi. Berbagi, memberi, menolong, membantu meski jumlah manusianya kecil namun cukup membuat kita tersenyum, bahkan Tuhan pun ikut tersenyum. Mereka hadir seperti ragi, garam, atau terang. Kecil namun memberi warna dan rasa.
‘Takers can eat well, givers can sleep well’. Keuntungan memang menjanjikan kekayaan, kemakmuran, dan kekuasaan. Semua itu bisa membuat kita makan enak. Maka wajar, jika sekarang banyak orang kelebihan berat badan, perut buncit, dll.
Namun ingat kekayaan itu hanya sementara, dan melalui berkat dari yang di atas. Tidak salah jadi kaya, mempunyai banyak kekayaan. Tuhan pun senang. Tapi ingat selalu agar kekayaan itu tidak mengkerdilkan rasa kemanusiaan, melunturkan iman, dan membuat kita jadi pelit. Berhati-hatilah agar kebahagiaan itu tidak sirna, diganti dengan kekawatiran, ketakutan dan keserakahan. Berhati-hatilah pula agar harta itu tidak melunturkan iman dan kepercayaan kita. Menjadikan Mamon sebagai tuhan. Sehingga semua itu bakal mengganti sifat alami homo socius menjadi homo pelit.
Selalu berbagilah agar kita dapat tidur nyenyak dan hidup jadi penuh berkat. Ketika kita berbagi hidup ini tidak bakal berkekurangan dalam segala hal.
‘Takers care a great time, givers can help you to be a great life’. Bagi peminta waktu adalah uang, keuntungan, dan kekayaan. Namun bagi pemberi ukurannya bukan waktu, tapi hidup yang berharga bagi sesama dan bagi Tuhan.
Uang, kekayaan, dan keuntungan adalah berkat dan anugerah Tuhan. Karena itu pantas untuk disyukuri. Uang, kekayaan, kemewahan, jabatan, dan kekuasaan itu titipan dan sarana untuk semakin mendekatkan kita dengan Tuhan dan menjadi penyalur berkat-Nya.
Selalu diingat, bahwa orang yang menerima itu bisa makan enak, dan yang memberi itu bisa tidur nyenyak.
Deo Gratias.
…
Edo/ Rio, Scj

