“Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh 15: 17).
Tidak ada kasih tanpa pengorbanan. Yesus tidak hanya mengajarkan dan membenarkan ungkapan ini, tapi juga jadi teladan bagi kita semua. Karena kasih-Nya yang begitu besar kepada kita, Ia sendiri telah mengorbankan diri-Nya sampai wafat di kayu salib. Kasih yang disertai pengorbanan itu juga dapat kita alami dalam kasih para orangtua terhadap anak-anaknya, terutama Ibu. Betapa besar perjuangan seorang Ibu selama mengandung, melahirkan, dan mengasuh anak-anak.
Dengan mengingat teladan tersebut kita diajak untuk berani mengasihi dan berkorban: mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran, harta benda, dan lain-lain. Rasanya, kita tidak perlu memikirkan hal yang luar biasa, melainkan cukup melalui pengorbanan-pengorbanan kecil dan sederhana, seperti meluangkan waktu untuk keluarga, terutama anak-anak, dan berdoa bersama. Kasih dan pengorbanan yang dijiwai semangat untuk mengasihi Tuhan dan melakukan kehendak-Nya, merupakan kunci kehidupan yang bahagia.
Fr. Krissantus De Jesu, CSE
Jumat, 23 Mei 2025
Kis 15: 22-31 Mzm 57: 8-12 Yoh 15: 12-17
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

