“Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah” (Luk 13: 8-9a).
Permohonan untuk diberi waktu guna mengusahakan pertobatan atau pembaruan hidup, rasanya jadi isi hati banyak orang, entah demi kepentingan sendiri maupun orang lain. Jika permohonan semacam ini kita ajukan kepada Tuhan, pasti permohonan itu dikabulkan-Nya, karena Dia itu Maha Pengasih dan Maha Pengampun.
Jika dianugerahi umur panjang, hendaklah hidup ini dihayati dengan penuh syukur dan terima kasih serta mewujudkannya dalam kebersamaan dan persaudaraan. Kebersamaan hidup yang jadi dambaan atau kerinduan kita semua itu akan jadi nyata atau terwujud, jika kita bertumbuh dan membangun diri dalam kasih pengampunan. Kasih dan pengampunan itu selalu menghidupkan dan menggairahkan.
“Tuhan, setiap kali aku berdoa dan mohon kepada-Mu ampunilah kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami” dengan rendah hati aku mohon rahmat-Mu agar aku dapat menghayati yang aku doakan itu.
…
Fr. Dionysius, CSE
Minggu, 23 Maret 2025
Kel 3: 1-8.13-15 Mzm 103: 1-4.6-8.11; 1 Kor 10: 1-6.10-12 Luk 13: 1-9
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

