Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yoh 8: 11).
Allah adalah Maha Rahim dan penuh belas kasihan. Ia tidak pernah meninggalkan kita, walaupun kita sering kali jatuh dalam dosa yang sama. Kasih Allah tidak hanya menghapus dosa kita, tapi juga memberi kekuatan, memperbarui, bahkan mengubah, dan membuat hidup kita makin berkenan kepada-Nya.
Si wanita yang berbuat zinah dalam Injil diampuni Tuhan dengan kasih yang melimpah. Yesus bersabda, “Aku pun tidak menghukum engkau, pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi” (ayat 11).
Inilah wujud kasih Allah yang sejati, yang mau mengampuni dan mengubah pendosa. Tuhan tidak membenci pendosa, melainkan dosanya. Sadarilah, bahwa kita semua orang berdosa. Jangan merasa lebih baik daripada orang lain. Seperti Allah yang tidak menghakimi, maka patutlah kita juga tidak menghakimi saudara-saudara kita yang berbuat dosa, tidak menyimpan dendam, apalagi membenci mereka.
“Ya, Allah yang Maha Rahim, terima kasih atas kasih-Mu yang selalu mengampuni dan menerima kami, walaupun kami sering jatuh dalam dosa. Bantulah kami untuk bertobat dan hidup dalam kasih-Mu, dan ajarlah kami mengampuni seperti Engkau mengampuni kami.”
Sr. M. Karinna, P. Karm
Senin, 07 April 2025
Dan 13: 1-9.15-17.19-30.33-62 (Dan 13: 41c-62); Mzm 23:1-6 Yoh 8: 1-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

