“Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit” (Mat 14: 14).
Tindakan memberi, entah itu berupa barang, waktu, tenaga, atau pun pengetahuan adalah beberapa bentuk konkret dari kasih. Yesus yang adalah kasih itu sendiri yang telah memberikan contoh nyata, ketika memberi makan lima ribu orang. Walaupun secara fisik, Yesus juga mengalami kelelahan, tapi hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, Ia melayani banyak orang yang mengikuti-Nya dengan tidak mengeluh sedikit pun.
Dari sini, kita dapat mengerti, bahwa kasih itu sifatnya selalu ke luar; ia tidak egois atau mementingkan diri sendiri, tapi kasih selalu menghendaki yang baik bagi orang lain.
Mari kita melihat ke dalam diri sendiri! Sudahkah kita memberikan waktu atau tenaga untuk orang lain, atau malah sebaliknya kita jadi jengkel dengan kehadiran orang yang membutuhkan pertolongan kita?
Mari kita mengenakan hati Yesus yang penuh belas kasihan, sehingga kita semakin mampu mengerti dan menghayati arti kasih yang sesungguhnya.
Sr. M. Stevane, P. Karm
Senin, 04 Agustus 2025
Bil 11: 4-15 Mzm 81: 12-17 Mat 14: 13-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

