Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sebuah karya tulus, besar atau kecil, tetap sama nilai dan maknanya.”
(Amanat Sebuah Ketulusan)
Makna Sebuah Kerja
Makna esensial dari sebuah suatu pekerjaan adalah sebagai ungkapan dan sebuah nilai luhur bagi pelakunya. Lewat pekerjaan itu dia mengekspresikan ketulusannya. Hal itu dapat berarti, jika Anda dapat melakukan sebuah pekerjaan dengan tulus, berarti Anda telah mempersembahkan diri Anda.
Adapun nilai dan makna dari sebuah kerja, sejatinya tidaklah bergantung dari besar atau kecilnya pekerjaan itu, tapi dari ketulusan hati Anda.
Pekerjaan Harian adalah Kunci Surga Anda
Seorang Biarawan, setiap hari menjahit pakaian dan membereskan semua kebutuhan sesamanya dengan tekun serta tulus di komunitas Biaranya. Di setiap saat dan waktu ia telah melakukan pekerjaannya dengan sungguh setia.
Suatu hari, ia jatuh sakit. Para Biarawan sangat cemas dengan keadaannya. Sadar, bahwa keadaanya justru kian memburuk, maka ia meminta kepada para saudaranya agar diberikan sebuah kunci Surga.
“Berikan kepada saya, kunci Surga milikku!”
Para Biarawan itu kian bingung, dengan yang dimaksudkannya itu. Namun, si sakit itu sekali lagi mengajukan permintaan yang sama, “Berikan kunci Surga milikku.”
Mereka segera memahami, maksud si sakit itu. Lalu mereka segera menyodorkan ‘mata jarum jahit’ yang biasa ia gunakan. Kini tampak wajah dukanya seketika berubah ceria. Si sakit mulai tersenyum riang setelah ia memegang jarum jahit itu.
“Dengan mata jarum jahit ini, saya telah bekerja dari hari ke hari,” ucapnya sambil memandangi mata jarum jahit itu.
“Saya telah berusaha untuk memuliakan keagungan Nama Tuhan lewat karya kecilku ini.”
Sambil menatap tajam pada mata jarum jahit itu, ia berkata lagi, “Jarum ini akan jadi kunci Surga bagiku.”
Drinkwater
(1500 Cerita Bermakna)
Pekerjaan Kita adalah Kunci Menuju Surga
“Pekerjaanmu adalah sebuah kunci menuju ke gerbang Surga bagimu,” demikian sebuah janji dari Sang Kebijaksaan kepada kehidupan ini.
Ya, mengapa demikian? Apakah pejerjaan yang kini sedang Anda tekuni itu adalah sebuah isyarat, bahwa Anda akan mudah untuk lolos ke gerbang Surga? Jika memang demikian, maka dalam konteks ini, apakah diperlukan sejumlah kriteria sebagai syarat-syatat kelayakannya?
Ya, tentu dibutuhkan sejumlah kriteria tertentu, sebagai syarat untuk kelayakannya. Adapun syarat-syarat itu antara lain:
- ‘Isi dan kualitas’ pelayanan yang Anda berikan. Tentu Anda perlu bekerja dengan tulus, tekun, dan setia.
- Sikap ‘bersabar dan tawakal.’ Bukankah hanya para penyabar sejati yang sungguh akan berserah diri kepada Tuhan, menghadapi aneka hambatan dan tantangan di saat bekerja?
- ‘Sikap tahu bersyukur’ sejatinya, entah gagal atau berhasil karya Anda, namun sebuah sikap positif yang mutlak Anda berikan, ialah sikap tahu bersyukur.
Refleksi
Semoga permintaan terakhir dari Biarawan setia itu, kelak kita juga akan mengajukannya.
“Tuhan, bolehkah saya meminta sebuah anak kunci, agar saya pun boleh masuk ke dalam rumah-Mu?”
Kediri, 2 Oktober 2025

