“Setiap karunia yang dititipkan Allah kepada kita tidak untuk disembunyikan, tapi dipakai dalam kasih, agar kerahiman-Nya melimpah melalui kita.”
Sabda Allah mengingatkan kami, bahwa setiap karunia yang dimiliki itu berasal dari-Nya. Semua itu Ia percayakan bukan untuk kepentingan kami sendiri, melainkan untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan-Nya.
Yesus menegaskan, bahwa talenta itu akan bertumbuh, bila dipakai, dan ada sukacita sejati, ketika kami mendengar suara-Nya: “Baik sekali, hamba-Ku yang baik dan setia, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu.”
Melalui Rasul Paulus, Engkau mengajar kami untuk hidup dalam kasih persaudaraan, bekerja dengan tekun, dan menjalani hidup yang berkenan di hadapan-Mu. Dalam Mazmur, seluruh ciptaan bersorak, karena Engkau memerintah dunia dengan keadilan dan kebenaran.
Bapa, bukalah mata kami untuk menyadari harta yang Engkau tanam dalam diri kami: hidup, waktu, kemampuan, kasih, dan tenaga. Ampunilah bila kami sering takut atau ragu, sehingga menyembunyikan karunia-Mu. Ajarlah kami untuk bermurah hati, memberi dengan sukacita, dan percaya, bahwa saat kami membagikan yang kami miliki, Engkau akan melipatgandakannya berlipat ganda.
Jauhkan kami dari iri hati atas karunia orang lain, melainkan ajarilah kami bersyukur atas bagian yang Engkau percayakan. Biarlah setiap karunia, kecil maupun besar, jadi berlimpah saat dipersembahkan kembali kepada-Mu. Semoga kami juga mendorong orang lain menemukan dan mengembangkan talentanya, sehingga bersama-sama kami memuliakan kerahiman-Mu dan memperluas Kerajaan-Mu.
Yesus yang setia dan menyerahkan segalanya, jadikanlah kami setia dalam perkara yang Kaupercayakan. Roh Kudus, kobarkanlah dalam hati kami keberanian, kemurahan hati, dan sukacita, sampai hidup kami jadi nyanyian pujian bagi Bapa. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

