Hari ini kita merayakan Hari Raya Pentakosta. Detik-detik terjadinya peristiwa Pentakosta diceritakan dengan sangat indah. Roh Kudus turun diawali dengan tiupan angin keras dan Iidah-lidah seperti nyala api bertebaran. Kemudian, la hinggap di atas para Rasul, sehingga mereka yang sebelumnya mungkin ragu atau takut, kini jadi berani untuk memberitakan Injil. Bahkan, segala hal yang mereka katakan bisa dimengerti oleh orang-orang dari berbagai latar belakang bahasa — yang secara kebetulan pada saat itu sedang menyaksikan peristiwa itu. “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Roh Kudus itu yang memungkinkan kita untuk hidup sesuai kehendak Tuhan, mengikuti ajaran Kristus, dan bertumbuh dalam kesetiaan serta kesucian. Banyak masalah terjadi, karena kita lebih mementingkan ego sendiri daripada mendengarkan suara Roh Kudus. Itulah sebabnya Paulus menasihati umat di Roma, supaya hidup dalam Roh. la melarang mereka hidup dalam daging, karena mereka yang hidup dalam daging tidak mungkin berkenan kepada Allah. Kehidupan yang dikuasai oleh daging akan menimbulkan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah. Sedemikian pentingnya hidup dalam Roh itu, Yesus berjanji kepada para murid-Nya, bahwa la akan mengirimkan kepada mereka Roh Kudus. Janji-Nya itu terpenuhi dalam peristiwa Pentakosta.
Mari kita ikuti kemauan Roh Kudus agar hidup kita pasti jadi baik.
“Ya Tuhan, jadikanlah hidup kami sebagai tempat kediaman Roh Kudus-Mu sehingga kami dapat jadi saksi-saksi kasih dan kebenaran-Mu di dunia ini. Amin.”
Ziarah Batin

