| Red-Joss.com | Buat apakah seluruh kemenangan, jika harus dilakukan dengan cara menghancurkan, melukai, atau mematikan kehidupan orang lain?
Kata-kata bijak ini berasal dari Konfusius yang agaknya terinspirasi oleh cara hidup Yesus yang meraih kemenangan-Nya tidak dengan kekerasan, tapi kerelaan-Nya untuk menderita, wafat dan bangkit, demi keselamatan banyak orang.
Mengapa Yesus menempuh cara jalan salib?
Cara Yesus untuk meraih kemenangan bukan dengan menghancurkan mereka yang telah menghina-Nya, mencerca dan mendera-Nya sampai berlumuran darah, dan akhirnya memaku-Nya di kayu salib. Yesus memaafkan mereka semua. Itulah yang membedakan Yesus sebagai Raja Semesta Alam dengan raja-raja dunia ini. Yesus tentunya juga memaafkan mereka yang telah mengkhianati-Nya sebagai satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup.
Banyak orang yang mengaku sebagai murid Yesus, tapi tidak menjalani hidup di jalan-Nya.
Pemimpin Indonesia saat ini tidak secara eksplisit menyebut dirinya murid Yesus. Tapi, caranya menjalani hidupnya sebagai pemimpin menyiratkan nilai-nilai kepribadian Yesus sebagai Raja Semesta Alam berada dalam hidupnya. Tidak membalas rakyat yang dicintainya, tapi selalu memaafkan.
Orang yang tahu, tapi tidak mau memaafkan orang lain, seperti orang yang menghancurkan jembatan yang akan dilewatinya.
Salam sehat dan walau sederhana tetaplah berbagi cahaya bagi sesama.
…
Jlitheng

