| Red-Joss.com | Ekaristi adalah Sumber dan Puncak hidup kita sebagai seorang Kristiani. Tanpa Ekaristi hidup rohani kita akan mati.
Dalam Ekaristi, Tuhan Yesus telah memberikan diri-Nya: Siap untuk disantap dan diminum. Sekaligus siap untuk bersatu dengan hidup kita. Untuk mengubah hidup, menghidupkan, dan menyegarkan jiwa jiwa. Juga siap membawa kita pada jalan keselamatan.
Dalam Ekaristi, kita hadir dengan diri kita: hati yang terbuka dan bersih. Hati seorang murid yang taat dan tidak mendua hati.
Ekaristi terjadi, ketika Tuhan mengadakan perjamuan malam terakhir di ruang atas (Senakel). Di ruang itu, Tuhan Yesus memberikan kata-kata yang terus dikenangkan. Tidak hanya dikenang, tapi semuanya dihadirkan, sehingga setiap pribadi menjadi bagian dari hidup-Nya. Bahkan kita dihidupkan dan diselamatkan.
Yang menarik, setiap merayakan Ekaristi, kita siap untuk “diambil, diangkat, dipecah dan dibagikan.” Siapa pun kita, tidak ada yang terlewatkan. Sebab kita telah disatukan dalam hidup-Nya. Jika ada yang merasa, bahwa ia tidak menyatu dengan-Nya saat merayakan Ekaristi, bisa jadi, karena ia tidak membuka hatinya untuk Tuhan. Bisa jadi pula, ia tidak mengerti tentang makna kemuridan dan tidak mengenal Tuhan. Maaf, Kekatolikan tidak lebih sebagai ‘pelengkap’, bukan sebagai ‘yang utama’ untuk dijiwai.
Saat Kamis Putih ini, hadirlah dalam Perayaan Ekaristi. Lalu dilanjutkan dengan tuguran. Maksudnya, yaitu supaya kita berhenti sejenak untuk menikmati kebersatuan dengan Tuhan dan yang paling penting adalah kita bisa merasakan penderitaan Tuhan saat di Taman Getzemani.
Dalam liturgi hari ini, ditampilkan juga tentang pelayanan yang total, yang disimbolkan dengan pembasuhan kaki. Kita ambil maknanya untuk keluarga kita, yaitu supaya saling membasuh, membersihkan, melayani, membuka diri, dan saling mengampuni. Keluarga kita memang tidak bersih! Bahkan banyak dari anggota keluarga yang kotor. Tujuannya agar kita berani untuk saling membuka diri, melayani, dan saling mengampuni. Sebab Tuhan telah memberikan teladan itu: menerima, mencintai, mengampuni, dan membersihkan semua.
Selamat merayakan Hari Raya Kamis Putih!
Tuhan Yesus memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

