Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Siapakah yang mengoreksi, saat kita salah? Orangtua, guru, sahabat, atau Tuhan? Apakah setelah kita diingatkan dari perbuatan yang salah itu, kita mendengarkan?
Siapakah yang menemukan kita di saat kita “hilang”? Orangtua, guru, tokoh agama, atau Tuhan? Apakah setelah kita ditemukan, kita mau dituntun kembali?
Siapakah yang memberikan semangat saat kita menyerah? Orangtua, guru, sahabat, atau Tuhan? Apakah setelah kita disemangati, kita mampu bangkit dan bisa melanjutkan hidup ini?
Begitulah hidup, ada saja yang membuat kita salah jalan, ‘hilang’ alias menjauhi Tuhan, dan menyerah. Tapi sebelum kita dipanggil menuju ke Firdaus, berarti hidup ini harus dilanjutkan. Betul?
Lalu, siapa yang mempunyai peran besar dalam perubahan-perubahan hidup kita. Intinya: jika hal itu benar kita teruskan. Tapi yang salah untuk dihapus, dan diperbaiki.
Rm. Petrus Santoso SCJ

