Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jari-jemari keangkuhan dan kekuasaan telah menggurita meracuni kemurnian kehidupan, lewat ujung-ujung jemari curangnya.”
(Amanat Kehidupan)
Kehidupan ini ibarat kerlingan mata godaan sang putri jelita yang genit untuk menarik dan memikat pria idamannya.
Sungguh, di dalam hidup ini, kita semua tidak luput dari godaan dan aneka rayuan gombal itu.
Manusia telah dirayu dan dibujuk, bahkan telah diracuni dengan keangkuhan dan kekuasaan demi kemegah-agungan dirinya semata.
Nenek Kakek kita pernah mengajarkan, bahwa di bumi maya ini, ternyata ada rayuan culas dari moncong godaan si jahat.
Apa saja jenis godaan itu? Ada bermacam jenis godaan untuk menguasai kehidupan, baik untuk membangun lumbung harta dan kekayaan, juga yang tak kalah nikmatnya adalah godaan untuk menjerat wanita cantik.
Singkatnya, godaan untuk: “meraih kuasa, menumpuk harta, dan memiliki wanita idaman.”
Modus operandi dari godaan itu, ibarat jemari gurita yang merengkuh dan meracuni kemurnian nurani sang kehidupan.
Ada pun sifat dasar dari keangkuhan dan kekuasaan ialah rela “mencaplok, merampok isi dan nilai luhur kehidupan” itu lewat rakus ujung jemarinya.
Jadi, sang keangkuhan dan kekuasaan itu memiliki jutaan jemari beracun demi meracuni sang kehidupan ini.
Demi mencapai ambisi keinginannya itu, maka temali kebohongan dirancangnya, siasat jerat penipuan ditatanya, dan bahkan temali nyawa sesamanya rela dikorbankan, atas nama gila kuasa dan haus darah.
Ada tanya di hati kecil ini, “sesungguhnya untuk apa dan atas nama siapa, engkau berani merancang semuanya itu?”
Kediri, 2 Maret 2024

