“Kedepankan kerendahan hati untuk melayani pembeli. Dijamin hasilnya lebih baik dan pasti.” -Mas Redjo
Tersenyum, dan selalu tersenyum itu yang saya lakukan, ketika calon pembeli merendahkan produk yang saya tawarkan itu dibilang mahal, jelek, dan seterusnya.
Saya tidak menanggapi, ngedumel, nyengir, atau beradu argumentasi dengan calon pembeli yang cerewet itu. Saya sadar diri, dan membutuhkan mereka.
Merendah, mengalah, dan sabar itu kekuatan saya untuk merebut hati calon pelanggan. Meski diremehkan dan dipandang sebelah mata tidak membuat saya ciut nyali; menyerah. Tapi saya mencoba dan mencoba lagi mendatanginya di kesempatan lain.
Meski sudah ditolak 10x, tapi saya datang kembali untuk yang ke 11x. Untuk menawarkan produk yang sama. Karena saya percaya, suatu saat hari baik itu pasti datang: rezeki, saya diberi order untuk menjalin kerja sama.
Bagi saya, baik pelanggan kecil dan besar itu harus diperlakuan sama serta tidak dibeda-bedakan. Tapi dilayani dengan hati. Mereka itu adalah aset untuk berkembang dan sukses.
Banyak bukti, orang dipermalukan oleh prasangka buruknya sendiri, karena ditipu oleh mata duniawi, yakni melihat dari tampilan luar dan mulut manis. Tapi faktanya mereka berkamuflase dan culas.
Saya menjumpai banyak pelanggan besar berpenampilan sederhana, tidak ribet, dan jujur. Caranya, saya melihat lewat sorot mata dan gerak tubuh mereka! Saya harus melihat pelanggan itu dengan jeli agar tidak mudah dikibuli.
“Eling lan waspada” adalah mantra ampuh yang saya terapkan dalam berdagang agar tidak silau kata-kata manis dan keuntungan besar, tapi ternyata dikadali, alias ditipu pelanggan.
Sejatinya dalam hidup ini, kita diuji tidak untuk jadi yang terkaya, terhebat, dan tersukses. Tapi jadi pribadi yang jujur, rendah hati, dan tulus.
Mas Redjo

